Awalnya, aku pikir perubahan peran adalah satu-satunya hal yang akan membuat hidup kembali tidak seimbang. Rupanya, hal-hal lain yang mengikuti menjadi pemberatnya. Kalau kata Donne Maula, " Bencana-bencana, di luar rencana" . Pada akhirnya, hidup memang tidak bisa selalu seperti yang kita rencanakan. Katanya, itu tidak apa-apa. Bukan tidak bersyukur atas apa yang sudah terjadi, rasanya tidak sopan juga jika mengatakan menyesal atas semua yang telah terlewati. Khawatir menjadi individu kufur nikmat, karena menihilkan berbagai kebahagiaan yang sudah dicicipi. Padahal, maksudnya bukan itu. Dihantam batu besar adalah sesuatu yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Walaupun, salah sendiri " mengapa tidak menyiapkan ruang kosong untuk tempat munculnya batu itu?". Meskipun masih mencari keseimbangannya, 30 hari Ramadan menjadi harapan agar kelak setelah aku melewatinya, aku menemukan jawaban atas segala pertanyaan-pertanyaanku (yang entah ada atau tidak jawabannya). Sel...
".. Aku harus belajar menerima bahwa perasaan bahagia terkadang bisa datang satu paket dengan perasaan kecewa. Bagai dua sisi mata uang, ketika mereka datang menyapa, dan aku menyambut dengan baik maka aku harus menerima kedua sisi tersebut, tidak bisa hanya salah satunya. Aku harus belajar menerima bahwa terkadang yang terlihat dengan mata hanyalah sebuah proyeksi dan bukan yang sebenarnya terjadi. Aku harus belajar menerima bahwa ketidakpastian dan ketidaknyamanan adalah keniscayaan yang akan selalu hadir selama kita masih bertugas di dunia. " Satu hal yang aku senangi saat aku menulis adalah di masa depan aku bisa kembali membukanya. Membuka kembali berbagai memori yang membuat kepala kembali bising dengan cerita-cerita yang kembali diputar. Jika kamu pernah membaca tulisanku, benar, kutipan di atas adalah kataku, pada dua tahun yang lalu. Tidak terasa, ternyata yang aku perhatikan, perasaan akan selalu datang berulang, ya. Entahlah mungkin sebuah keniscyaan bahwa segala...