Langsung ke konten utama

[Journey to the West] Selamat datang 2024!

Sebenarnya aku tidak begitu menyakralkan momen pergantian tahun, sih. Walaupun pada akhirnya, si resolusi, rencana-rencana, harapan, mimpi, dan tahapan eksekusinya, lebih berasa kalau dimulai awal tahun. 

Nggak, nggak. Ini harusnya bukan hal yang bagus, kalau mau berubah jadi lebih baik harus menunggu momen dulu. Padahal kalau mau melakukan hal yang baik, lakukan saja sekarang, kan?

Malam ini, bukan lagi ingin nulis resolusi tahun 2024. 

Malam ini, mampir karena ingin menuangkan sesuatu yang bikin berat di dada, karena hati resah. Hati resah karena banyak pertanyaan belum terjawab, sementara mulut tidak sanggup melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada siapapun.

Rasa aman, rasa tenang dalam bertanya itu hak bukan, ya? 

Rasa aman menanyakan hal-hal yang 'uncomfortable' itu indikator kesejahteraan sebuah relasi, bukan? 

Bagaimana cara mencapai itu? 

Harus melalui proses apa dulu?

Beratkah melaluinya untuk mencapai titik itu?

Siapa yang harusnya bertanya pada siapa?

Nyatanya, pertanyaan itu selalu berisik di dalam kepala sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Interest] The Vitruvian Man by Leonardo Da Vinci

Berbicara soal karya seni, sejujurnya aku bukanlah orang yang terlalu paham mengenai karya seni, atau hal-hal di dalamnya. Tetapi, saat sebuah karya seni memengaruhi dunia ke depannya, aku rasa hal yang menarik untuk di bahas. Kali ini, akan dibahas mengenai karya dari maestro terkenal Leonardo Da Vinci, seorang seniman sekaligus ilmuwan dimana teori-teorinya memengaruhi dunia. Salah satu lukisannya yang terkenal hingga kini adalah lukisan wanita cantik Monalisa. Tapi, kali ini yang akan kutulis adalah mengenai mahakaryanya yang lain, yakni lukisan The Vitruvian Man. Nama Vitruvian berasal dari nama seorang arsitek dan insinyur militer Romawi, Markus Vitruvius Pollio yang menurut informasi hidup sekitar 100 tahun sebelum masehi. Berbagai buku yang ditulisnya adalah buku-buku mengenai arsitektur. Rupanya, seorang Vitruvius ini menjadi inspirasi Da Vinci dalam menciptakan karyanya. Apa hubungan Vitruvian Man dan Vitruvius ? Yang mendasari seorang Leonardo Da Vinci, menggun...

[selingan] Karakteristik Guru Efektif dalam Perspektif Psikologi Pendidikan

Karakteristik Guru Efektif dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Guru dan pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Guru adalah jembatan dalam pendidikan agar pendidikan dapat tersampaikan dengan baik. Menurut undang-undang nomor 14 tahun 2005 pasal 1 ayat 1 tentang guru dan dosen, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru sebagai pengajar dipandang sebagai expert , sebagai ahli dalam bidang ilmu yang diajarkannya. Guru adalah sentral atau pusat yang menjadi panutan bagi para siswanya, sehingga guru harus memberikan teladan yang baik dan pendidikan yang tepat karena segala tingkah lakunya sering kali dicontoh oleh siswa. Guru dipandang sebagai contoh nyata manifestasi nilai yang ada dalam masyarakat. Menjadi seorang guru bukan hanya bertindak sebagai pengajar, namu...

[Journey to the West] 30 Hari Mencari

Awalnya, aku pikir perubahan peran adalah satu-satunya hal yang akan membuat hidup kembali tidak seimbang. Rupanya, hal-hal lain yang mengikuti menjadi pemberatnya. Kalau kata Donne Maula, " Bencana-bencana, di luar rencana" . Pada akhirnya, hidup memang tidak bisa selalu seperti yang kita rencanakan. Katanya, itu tidak apa-apa.  Bukan tidak bersyukur atas apa yang sudah terjadi, rasanya tidak sopan juga jika mengatakan menyesal atas semua yang telah terlewati. Khawatir menjadi individu kufur nikmat, karena menihilkan berbagai kebahagiaan yang sudah dicicipi. Padahal, maksudnya bukan itu. Dihantam batu besar adalah sesuatu yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Walaupun, salah sendiri " mengapa tidak menyiapkan ruang kosong untuk tempat munculnya batu itu?". Meskipun masih mencari keseimbangannya, 30 hari Ramadan menjadi harapan agar kelak setelah aku melewatinya, aku menemukan jawaban atas segala pertanyaan-pertanyaanku (yang entah ada atau tidak jawabannya). Sel...