Langsung ke konten utama

[Thoughts] Aku Bosan

Bagiku atau mungkin bagi beberapa orang saat ini, malam-malam yang harus kami lewati tidak lagi terasa semudah itu. Bait-bait doa berganti dan beralih pada hal-hal sederhana, yang dulu, tidak pernah terbayangkan akan menjadi sesuatu yang begitu nikmat dan mahal saat ini. Mungkin ya, ini cara-Nya agar kita tidak merasa tinggi, merasa terus kecil, karena ternyata kita hanya seonggok daging kecil dengan tulang di tengah padang sempit yang tidak lebih baik dari bangkai kambing, bernama dunia. 

Banyak kerusakan terjadi, karena ternyata kita sudah terlalu jauh. Kita terlena dengan sesuatu yang mudah dan (katanya) cuma-cuma. Betul, makanan untuk hormon bahagia bernama dopamin itu kini banyak diburu. Kita lupa bahwa kita tidak pernah mendapatkannya dengan cuma-cuma, ada harga yang harus kita bayar bernama rusaknya kemampuan kontrol diri. 

Ya, kita lah bagian masyarakat yang tidak bisa berteman dengan rasa bosan. Rasanya, tidak boleh ada satu detikpun yang harus kita lewati dengan rasa bosan, semuanya harus terisi, terisi penuh hingga luber keluar. Padahal akhirnya, kita akan sadar bahwa kosong adalah satu-satunya hal yang kita punya. 

Padahal, memangnya kenapa ya kalau detik itu kita merasa bosan?
memangnya kenapa ya kalau detik itu kita merasa sepi?
memangnya kenapa ya kalau detik itu kita merasa sendiri?
memangnya kenapa ya kalau detik itu memang tidak ada yang bisa kita lakukan?

Menyibukkan diri dengan hal-hal recehan, yang kita kira akan membuat kita senang dan bahagia. Nyatanya, rasa bosan, sepi, dan sendiri tidak juga kunjung pergi. Mereka berubah bentuk, menjadi rasa bosan, sepi, dan sendiri yang nyata, yang sebenar-benarnya. Andai kemarin kita sadar dan berteman dengan rasa-rasa itu, mungkin mereka hanya akan singgah bukan akan menetap.
Nyatanya, kita sudah menggadaikan kemampuan yang dianugerahkan, bernama kesadaran diri. 
Memang kita adalah bagian dari masyarakat yang tidak lagi ingin bersahabat dengan rasa bosan dan rasa kesepian.

Padahal.......
Kita boleh merasa bosan
kita boleh merasa sepi
kita boleh merasa sendiri
kita boleh merasa tidak ada yang bisa dilakukan lagi.

Kita boleh mengisi yang terasa kosong itu, dengan hal-hal yang bermakna, dengan usaha, dengan kesadaran, sebab yang hilang kemungkinan tidak akan kembali datang. 
Semoga, semoga aku, kamu, dan kita semua kembali sadar, bahwa bosan dan kesepian adalah keniscayaan. Semoga mampu mengisi rasa-rasa itu dengan hati-hati, bukan dengan menggadaikan segala yang sudah miliki. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Interest] The Vitruvian Man by Leonardo Da Vinci

Berbicara soal karya seni, sejujurnya aku bukanlah orang yang terlalu paham mengenai karya seni, atau hal-hal di dalamnya. Tetapi, saat sebuah karya seni memengaruhi dunia ke depannya, aku rasa hal yang menarik untuk di bahas. Kali ini, akan dibahas mengenai karya dari maestro terkenal Leonardo Da Vinci, seorang seniman sekaligus ilmuwan dimana teori-teorinya memengaruhi dunia. Salah satu lukisannya yang terkenal hingga kini adalah lukisan wanita cantik Monalisa. Tapi, kali ini yang akan kutulis adalah mengenai mahakaryanya yang lain, yakni lukisan The Vitruvian Man. Nama Vitruvian berasal dari nama seorang arsitek dan insinyur militer Romawi, Markus Vitruvius Pollio yang menurut informasi hidup sekitar 100 tahun sebelum masehi. Berbagai buku yang ditulisnya adalah buku-buku mengenai arsitektur. Rupanya, seorang Vitruvius ini menjadi inspirasi Da Vinci dalam menciptakan karyanya. Apa hubungan Vitruvian Man dan Vitruvius ? Yang mendasari seorang Leonardo Da Vinci, menggun...

[selingan] Karakteristik Guru Efektif dalam Perspektif Psikologi Pendidikan

Karakteristik Guru Efektif dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Guru dan pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Guru adalah jembatan dalam pendidikan agar pendidikan dapat tersampaikan dengan baik. Menurut undang-undang nomor 14 tahun 2005 pasal 1 ayat 1 tentang guru dan dosen, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru sebagai pengajar dipandang sebagai expert , sebagai ahli dalam bidang ilmu yang diajarkannya. Guru adalah sentral atau pusat yang menjadi panutan bagi para siswanya, sehingga guru harus memberikan teladan yang baik dan pendidikan yang tepat karena segala tingkah lakunya sering kali dicontoh oleh siswa. Guru dipandang sebagai contoh nyata manifestasi nilai yang ada dalam masyarakat. Menjadi seorang guru bukan hanya bertindak sebagai pengajar, namu...

[Journey to the West] 30 Hari Mencari

Awalnya, aku pikir perubahan peran adalah satu-satunya hal yang akan membuat hidup kembali tidak seimbang. Rupanya, hal-hal lain yang mengikuti menjadi pemberatnya. Kalau kata Donne Maula, " Bencana-bencana, di luar rencana" . Pada akhirnya, hidup memang tidak bisa selalu seperti yang kita rencanakan. Katanya, itu tidak apa-apa.  Bukan tidak bersyukur atas apa yang sudah terjadi, rasanya tidak sopan juga jika mengatakan menyesal atas semua yang telah terlewati. Khawatir menjadi individu kufur nikmat, karena menihilkan berbagai kebahagiaan yang sudah dicicipi. Padahal, maksudnya bukan itu. Dihantam batu besar adalah sesuatu yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Walaupun, salah sendiri " mengapa tidak menyiapkan ruang kosong untuk tempat munculnya batu itu?". Meskipun masih mencari keseimbangannya, 30 hari Ramadan menjadi harapan agar kelak setelah aku melewatinya, aku menemukan jawaban atas segala pertanyaan-pertanyaanku (yang entah ada atau tidak jawabannya). Sel...