Namanya juga hidup, kalau isinya harus sesuai yang kita mau terus, itu terlalu jauh. Namanya juga hidup, kalau isinya harus bahagia-bahagia terus, itu terlalu lurus. Namanya juga hidup, kalau isinya harus tersenyum tertawa terus, itu terlalu muluk-muluk. Benarkah demikian? Aku pernah, ada di masa hidupku terasa aneh. Aneh sekali. Begitu banyak pertanyaan dalam diriku "kenapa harus begini jadinya?". Keseharianku menjadi begitu terasa banyak dosanya, karena dalam hati terus berkata "seandainya". Anugerah hidup sampai detik ini masih dititipkan padaku, isinya harus apa? harus ibadah katanya. Oh seandainya, eh seandainya lagi. Andai saja, ada jalan lain yang lebih mudah, mungkin sudah ku pilih. Namun, apalah daya? sebagai aktor, kita ikut saja alur cerita akan bagaimana. Aku manusia, punya sifat ingin bermimpi dan berangan-angan. Boleh kah? Saat ini, perjalanan ini sungguh bagai perjalanan yang tak ada ujungnya. Lelaaaaaaaah sekali. Aku hanya ingin sebenar-benarnya hidu...